OJK Minta Bank Memblokir Bank Yang Terkait Judi Online

OJK Minta Bank Memblokir Bank Yang Terkait Judi Online

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank-bank di Indonesia untuk memblokir rekening yang terkait dengan judi online. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan memberantas praktik judi online yang marak terjadi di Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, pihaknya telah memerintahkan bank-bank untuk memblokir lebih dari 4.000 rekening terkait judi online dalam tiga bulan terakhir.

“Kami juga sudah minta bank untuk mengembangkan sistem yang mampu memprofilkan perilaku judi online sehingga dapat mengenali secara dini aktivitas judi online dan memblokirnya secara mandiri,” kata Dian dalam keterangan resmi, Sabtu (16/12/2023).

Dian mengatakan, judi online merupakan aktivitas ilegal yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kriminalitas, kerusakan moral, dan kerugian ekonomi serta finance.

Oleh karena itu, OJK berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perbankan, untuk memberantas praktik judi online di Indonesia.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan efek jera bagi pelaku judi online dan mencegah masyarakat untuk terlibat dalam praktik tersebut,” kata Dian.

Selain meminta bank-bank untuk memblokir rekening terkait judi online, OJK juga meminta bank-bank untuk meningkatkan customer due diligence (CDD) dan enhanced due diligence (EDD) untuk mengidentifikasi apakah nasabah/calon nasabah masuk dalam daftar judi online atau tindak pidana lain melalui perbankan.

CDD dan EDD merupakan proses verifikasi identitas dan latar belakang nasabah/calon nasabah yang dilakukan oleh bank. Proses ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan tindak pidana lain melalui perbankan.

OJK berharap dengan langkah-langkah yang diambil ini, praktik judi online dapat ditekan dan masyarakat dapat terhindar dari dampak negatifnya.